Wednesday, April 15, 2009

Saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika ia bertemu, bercengkrama, dan berdialog dengan orang yang dicintainya. Ketika itu, segala beban hidup dan kenestapaan akan hilang seketika. Demikian juga bagi orang-orang mu’min, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling dinantikan, karena pada waktu itulah ia bisa mencurahkan semua isi hati dan bermi'raj menuju Allah. Walau demikian, ia akan kembali lagi ke alam realitas/nyata untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang didapat dari shalatnya. Dan Inilah makna sesungguhnya dari khusyuk.
Khusyuk dalam shalat merupakan sebuah keniscayaan dan keharusan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Mukminun: 1-3:
"Beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya dan yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna".
Di lain pihak Rasulullah bersabda: Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR. At-Tabrani ).
Dua keterangan di atas setidaknya mengadung pesan bahwa shalat seharusnya mampu membawa perbaikan kualitas hidup kita. Dengan kata lain, bila kita ingin sukses dan ingin berhasil dalam hidup ini, maka kuncinya adalah punya iman dan mampu khusyuk dalam shalat. Siapa pun di antara kita yang tidak pernah meneliti kualitas shalatnya, besar kemungkinan ia tidak akan sukses dalam hidup.
Dalam surat yang lain, Allah berfirman,
"Celakalah orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya" (QS. Al Ma'un: 4-5). Redaksi ayat tersebut bukan fi tapi an, yang menggambarkan bahayanya lalai sesudah shalat.
Lalu, apa hikmah yang bisa kita dapatkan dari shalat yang khusuk? Pertama, Allah mengingatkan kita lima kali sehari tentang waktu. Orang yang khusyuk dalam shalatnya dapat dilihat dari sikapnya yang efektif menggunakan waktu. Ia tidak mau waktunya berlalu sia-sia, karena ia yakin bahwa waktu adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia.
Pelajaran kedua dari shalat adalah kebersihan. Tidak akan pernah diterima shalat seseorang apabila tidak diawali dengan bersuci. Hikmahnya, orang yang akan sukses adalah orang yang sangat cinta dengan hidup bersih. Dalam QS. As Syams: 9-10 Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dan sesungguhnya sangat merugi orang yang mengotori dirinya". Dengan kata lain, siapa yang shalatnya khusyuk maka ia akan selalu berpikir bagaimana lahir batinnya bisa selalu bersih.
Mulai dari dhahir, rumah harus bersih. Bersih dari sampah, dari kotoran, dan bersih dari barang-barang milik orang lain. Sikap pun harus bersih. Mata, telinga, dan juga lisan harus bersih dari maksiat dan hal-hal yang tak berguna. Dan yang terpenting pikiran dan hati kita harus bersih. Bersihnya hati akan memunculkan kepekaan terhadap setiap titik dosa, dan inilah awal dari kesuksesan.
Ketiga, sebelum memulai shalat kita harus memasang niat. Niat sangat penting dalam ibadah. Diterima tidaknya sebuah ibadah akan sangat dipengaruhi oleh niat. Seorang yang shalatnya khusyu akan selalu menjaga niat dalam setiap perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak mau bertindak sebelum yakin niatnya lurus karena Allah. Ia yakin bahwa Allah hanya akan menerima amal yang ikhlas. Apa ciri orang ikhlas? Ia jarang kecewa dalam hidupnya. Dipuji dicaci, kaya miskin, dilihat tidak dilihat, tidak akan berpengaruh pada dirinya, karena semua yang dilakukannya mutlak untuk Allah.
Setelah niat, shalat memiliki rukun yang tertib dan urutannya. Jadi, hikmah keempat dari orang yang khusyuk dalam shalatnya adalah cinta keteraturan. Ketidakteraturan hanya akan menjadi masalah. Shalat mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan hanya milik orang yang mau teratur dalam hidupnya. Orang yang shalatnya khusyuk dapat dilihat bagaimana ia bisa tertib, teratur, dan prosedural dalam hidupnya.
Kelima, hikmah dari manajemen shalat yang khusyuk adalah tuma'ninah. Tuma'ninah mengandung arti tenang, konsentrasi, dan hadir dengan apa yang dilakukan. Shalat melatih kita memiliki ritme hidup yang indah, di mana setiap episode dinikmati dengan baik. Hak istirahat dipenuhi, hak keluarga, hak pikiran dipenuhi dengan sebaiknya. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk proporsional dalam beragama, karena itu salah satu tanda kefakihan seseorang. Bila ini bisa kita lakukan dengan baik insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan yang paripurna., yaitu sukses di kantor, sukses di keluarga, dan sukses di masyarakat.
Keenam, shalat memiliki gerakan yang dinamis. Sujud adalah gerakan paling mengesankan dari dinamisasi shalat. Orang menganggap bahwa kepala merupakan sumber kemuliaan, tapi ketika sujud kepala dan kaki sama derajatnya. Bahkan setiap orang sama derajatnya ketika shalat. Ini mengandung hikmah bahwa dalam hidup kita harus tawadhu. Ketawadhuan adalah cerminan kesuksesan mengendalikan diri, mengenal Allah, dan mengenal hakikat hidupnya. Bila kita tawadhu (rendah hati) maka Allah akan mengangkat derajat kita. Kesuksesan seorang yang shalat dapat dilihat dari kesantunan, keramahan, dan kerendahan hatinya. Apa cirinya? Ia tidak melihat orang lain lebih rendah daripada dirinya.
Hikmah terakhir dari shalat yang khusyuk adalah salam. Shalat selalu diakhiri dengan salam, yang merupakan sebuah doa semoga Allah memberikan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagimu. Ucapan salam ketika shalat merupakan garansi bahwa diri kita tidak akan pernah berbuat zalim pada orang lain. Ini adalah kunci sukses, karena setiap kali kita berbuat zalim, maka kezaliman itu akan kembali pada diri kita.
Inilah tujuh hikmah yang bisa kita ambil dari manajemen shalat khusyuk. Bila kita mampu mengaplikasikannya, insya Allah kesuksesan dunia dan akhirat ada dalam genggaman kita. Wallahu alam bish-shawab. ( )
Labels: Artikel Islami
Tuesday, March 31, 2009

Telah kita maklumi bersama, bahwa kegiatan ekstrakurikuler biasanya dikaitkan dengan kegiatan OSIS. Artinya, meskipun gagasan awal kegiatan tersebut datang dari para pembina, namun pelaksanaanya dilakukan oleh OSIS. Mengingat hal tersebut perlu adanya pembinaan bidang kesiswaan.
A. Maksud dan tujuan
1. Maksud pembinaan kesiswaan adalah mengusahakan agar para siswa dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional berdasarkan Pancasila.
2. Tujuan pembinaan kesiswaan adalah meningkatkan peranserta dan inisiatif para siswa untuk menjaga dan membina sekolah sebagai Wiyatamandala sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan dengan kebudayaan nasional; menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar lingkungan sekolah; memantapkan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dalam menunjang pencapaian kurikulum; meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni; menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara; meneruskan dan mengembangkan jiwa, semangat serta nilai-nilai 45; serta meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi.
B. Sasaran
Sasaran pembinaan kesiswaan adalah seluruh siswa pada setiap jenis, dan jenjang sekolah/ kursus di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
C. Materi dan Jalur Pembinaan Kesiswaan
1. Materi pembinaan kesiswaan meliputi:
a. Pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
b. Pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila;
c. Pembinaan pendidikan pendahuluan bela negara;
d. Pembinaan keperibadian dan budipekerti luhur;
e. Pembinaan berorganisasi, pendidikan politik, dan kepemimpinan;
f. Pembinaan keterampilan dan kewiraswastaan;
g. Pembinaan kesegaran jasmani dan daya kreasi; dan
h. Pembinaan persepsi, apresiasi, dan kreasi seni.
2. Jalur pembinaan kesiswaan adalah:
a. Organisasi kesiswaan;
b. Latihan kepemimpinan;
c. Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah; dan
d. Kegiatan pemantapan wawasan Wiyatamandala
D. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
Setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah disingkat OSIS. OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah, di lingkungan pembinaanDirektorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (SD, SMP, SMA, dan kursus-kursus), dan tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah atau di kursus yang lain.
Setiap siswa di sekolah menengah secara otomatis menjadi anggota OSIS di sekolahnya.
1. Tujuan OSIS
OSIS merupakan satu-satunya wadah untuk menampung dan menyalurkan kreativitas baik melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler dalam menunjang tercapainya keberhasilan kegiata kurikuler bertujuan meningkatkan peran serta inisiatif siswa untuk:
a. Mempertebal ketaqwaan tehadap Tuhan Yang Maha Esa;
b. Menjaga dan menciptakan sekolah sebagai Wiyatamandala (lingkungan pendidikan)agar terhindar dari usaha dan pengaruh yang bertentangan dengan tujuan pendidkan nasional sehingga terciptanya suasana kehidupan belajar mengajar yang efektif dan efisien, serta tertanamnya rasa hormat dan cinta terhadap orang tua, guru, dan almamater dikalangan siswa.
c. Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa, agar menjujung tinggi kebudayaan nasional dan mampu menjaring pengaruh kebudayaan yang datang dari luar yang bertentangan dengan kepribadian Indonesia.
d. Meningkatkan persepsi, apresiasi, dan kreasi seni dalam rangka tercapainya keselarasan, dan keseimbangan antara kehidupan lahiriah dan kepuasan batiniah serta menumbuhkan rasa indah dan halus sebagai dasar pembentukan kepribadian dan budi pekerti luhur.
e. Menumbuhkan dan membina sikap berbangsa dan bernegara.
f. Meneruskan dan mengembangkan semangat, serta nilai-nilai 45; dan
g. Meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi guna tercapainya keseimbangan antara pertumbuhan jasmani dan rohani.
2. Pembinaan OSIS
Pembinaan OSIS dilakukan oleh kepala sekolah dan dibantu oleh guru-guru pembina OSIS yang ditunjuk kepala sekolah. Semua kegiata OSIS dilakukan sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga OSIS yang telah disahkan dan tidak bertentangan dengan tatatertib sekolah.
3. Struktur OSIS
Organisasi ini bersifat intra sekolah dan menjadi satu-satunya wadah yang menampung dan menyalurkan kreativitas baik melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler yang menunjang kurikulum, tidak menjadi bagian dari organisasi lain di luar sekolah mempunyai struktur organisasi yang terdiri dari:
a. Pembina:
1. Kepala Sekolah
2. Para wakil kepala sekolah; dan
3. Guru/tenaga kependidikan minimal 5orang.
b. Perwakilan kelas, terdiri dari 2 orang setiap kelas.
c. Pengurus
1) a. ketua;
b. para wakil ketua; dan
2) a. sekertaris;
b. wakil sekertaris
3) a. Bendaharawan
b. wakil bendaharawan
4. Syarat Pengrus OSIS
a.
a. memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua, guru, dan teman-teman siswa.
b. memiliki bakat sebagai pemimpin siswa.
c. memiliki kemauan dan inisiatif yang tinggi, kemampuan, dan pengetahuan memadai, sehingga pelajaranya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS; dan
d. dicalonkan oleh perwakilan kelas.
e. khusus untuk ketua OSIS SMA, ditambah persyarata
1. mempunyai kemampuan berpikir yang jernih;
2. mengenal wawasan mengenai kondisi yang sedang dihadapi bangsanya; dan
3. pergaulan luas, lues, dan berdisiplin tinggi.
5. Perincian Tugas Perangkat Organisasi
a. Pembina bertugas/ berfungsi;
1. Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolah yang dipimpinya;
2. Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan surat keputusan kepala sekolah yang bersangkutan;
3. Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan surat keputusan kepala sekolah yang bersangkutan;
4. Mengsahkan Anggaran Rumah Tangga dan Program Kerja OSIS.
5. Menghadiri setiap rapat-rapat OSIS; dan
6. Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS
b. Perwakilan Kelas:
1) Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas
2) mengajukan usulan untuk dijadikan Program Kerja OSIS
3) Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat kelas
4) memilih pengurus OSIS dari daftar calon yang telah disiapkan.
5) Menilai laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir masa jabatanya; dan
6) mempertanggungjawabkan segala tugasnya kepada kepala sekolah selaku ketua pembina
c. Pengurus OSIS bertugas :
1) Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga OSIS; dan dari perwakilan kelas;
2) Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan dan martabat sekolah tempat mereka belajar; dan
3) Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Kepada rapat perwakilan kelas pada akhir masa jabatanya.
Perincian tugas masing-masing pengurus OSIS :
1) Ketua bertanggungjawab sepenuhnya terhadap jalanya organisasi yang dipimpinya.
2) Seorang wakil ketua mewakili ketua apabila berhalangan dan mengkoordinasikan kegiatan :
- sekertariat
- Bidang ketaqwaan terhadap Tuhan YME,
- Bidang kehidupan berbangsa dan bernegara
- Bidang pendidikan pendahuluan bela negara; dan
- Bidang kepribadian dan budi pekerti luhur
3) Seorang wakil ketua mewakili ketua apabila berhalangan dan mengkoordinasikan :
- Bendahara
- Bidang berorganisasi, pendidikan politik dan kepemimpinan;
- Bidang keterampilan dan kewirasuastaan;
- Bidang kesegaran jasmani dan daya kreasi; dan
- Bidang persepsi, apresiasi dan kreasi seni.
4) Sekretaris bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi organisasi
5) Wakil sekretaris I membantu tugas-tugas sekretaris dan tugas-tugas seorang wakil ketua I
6) Wakil sekretaris II membantu tugas-tugas sekretaris dan tugas-tugas seorang wakil ketua II
7) Bendahara bertanggungjawab terhadap pengelolaan keuangan organisasi
8) Wakil bendahara membantu tugas-tugas bendahara.
9) Para Sekretaris bidang bertugas melaksanakan program kerja dibidangnya masing-masing
6. Rapat-rapat
a. Rapat pleno
1) Rapat pleno perwakilan kelas adalah rapat seluruh anggota perwakilan kelas
2) Rapat pleno pengurus adalah rapat seluruh anggota pengurus
b. Rapat pengurus harian OSIS adalah rapat seluruh pengurus harian OSIS yang terdiri dari ketua dengan para wakil ketua, sekretaris dengan para wakil sekretaris, dan bendahara dengan wakil bendahara.
c. Rapat koordinasi adalah rapat yang dipimpin oleh wakil ketua dengan sekretaris atau bendaharawan dan bibang-bidang yang dikoordinirnya.
d. Rapat bidang adalah rapat yang dipimpin oleh sekretaris-sekretaris bidang
e. Rapat luarbiasa dapat diadakan dalam keadaan yang mendesak atau usul pengurus OSIS atau perwakilan kelas, setelah terlebih dahulu dikonsultasikan dan disetujui oleh pembina OSIS
Labels: Dunia Pendidikan
Tuesday, February 10, 2009
BAHASA INDONESIA
Kelas 7
Materi UTS :
1. Wawancara
2. Tokoh Idola
3. Bertelepon
4. Biografi Tokoh
5. Gagasan Utama
6. Cerpen
7. LKS Bab 1 dan 2
Contoh Soal :
1. WAWANCARA
Contoh soal :
1. Pengertian wawancara adalah ......
2. Tujuan wawancara adalah .....
3. Apa yang dimaksud dengan alat perekam?
4. Narasumber adalah ......
5. Pewawancara adalah .....
6. Kegiatan pokok dalam berwawancara ada ........ bagian, yaitu .......
7. Rumus dalam menyusun pertanyaan wawancara adalah ..... + .....
8. Menyusun daftar pertanyaan wawancara harus sistematis artinya .....
9. Wawancara diakhiri dengan sikap .....
10. Manfaat wawancara antara lain adalah ......
2. TOKOH IDOLA
Contoh soal:
1. Tokoh idola adalah tokoh yang dikagumi karena (1) ..............., (2) ............., (3) ..........., (4) ...............
2. Contoh profesi yang bisa diidolakan adalah ............... dan .............
3. Mengenal tokoh idola melalui kegiatan (1) .............., (2) ...................., (3) .............
3. BERTELEPON
Contoh soal:
1. Arti bertelepon adalah .....
2. Kegiatan pembuka bertelepon yaitu (1) ..........., (2) .............., (3) ...............
3. Kegiatan inti bertelepon yaitu ...........
4. Kegiatan penutup bertelepon yaitu ...........
5. Sebutkan lima tata krama bertelepon!
4. MEMBACA BUKU BIOGRAFI TOKOH
• Buku yang memuat riwayat hidup seseorang/tokohBuku biografi
• Tujuan membaca biografi atau profil tokoh, yaitu :
1. mencari hal-hal yang menraik dan mengesankan dari perjalanan hidup tokoh
2. mencari hal yang dapat dicontoh untuk kehidupan sendiri
3. mengungkapkan hal-hal yang disukai dari tokoh
4. mencari keistimewaan tokoh
5. mencari intisari riwayat hidup tokoh
6. sekedar untuk mengisi waktu luang
5. GAGASAN UTAMA
Contoh soal:
Korban keracunan tempe bongkrek di desa Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara terus meningkat. Sampai pukul 17.00 Senin kemarin, tercatat 157 penduduk di Purasaba, Glempang, Kebenaran, Salamarta mendapat perawatan. Dua puluh lima di antaranya menderita keracunan gawat.
Gagasan utama dari kutipan artikel di atas adalah .....
a. Tempe bongkrek menyerang korbannya pada pukul 17.00
b. Tempe bongkrek adalah kegemaran masyarakat Banjarnegara
c. Korban keracunan tempe bongkrek bertambah banyak
d. Korban keracunan tempe bongkrek segera diatasi.
Jawaban: c
6. CERPEN
Tema cerpen
Tokoh utama dan tokoh tambahan beserta karakternya
Latar/setting dalam cerpen:
a. pagi, siang, sore, 7 Maret 2007, awal tahun, keesokan hari, dst.setting waktu
b. di sekolah, di rumah, di kamar, dst.setting tempat
Amanat atau pesan moral setelah membaca cerpen
7. LKS BAB 1 DAN 2
(Pelajari Lembar Kompetensi 1 dan Lembar Kompetensi 2)
Selamat Belajar !!!!
Jadilah dirimu sendiri dan jangan mengandalkan orang lain.
$$$$
_________________
Ini latihan ulangan matematika kelas 7 dari Ibu Eni.
Diperhatikeun yah.....
Ibu Eni wrote:
1. Diketahui A = {x │x ≤ 15, x Є P}, tentukan
a. Anggota himpunan A
b. Banyaknya anggota himpunan A
c. Banyaknya himpunan bagian
d. Banyaknya himpunan bagian beranggotakan 2
e. Banyaknya himpunan bagian beranggotakan 4
2. Gambarlah diagram venn
a. S = {x │x ≤ 10, x Є C}
A = {x │x ≤ 10, x Є G}
B = { x │x ≤ 10, x Є T}
3. Diketahui S = {x │x ≤ 15, x Є C}, A = {x │x ≤ 15, x Є P}, B = {x │x ≤ 15, x Є G}, C = {x │x ≤ 15, x Є T}, tentukan
a. A´
b. B´
c. C´
d. (A ∩ B)´
e. (B ∩ C)´
4. Banyaknya siswa kelas 7.A adalah 42 anak, banyaknya anak yang
suka basket 25 anak, banyaknya anak yang suka sepak bola 23
anak, banyaknya anak yang suka basket dan sepak bola 11 anak.
Berapa banyaknya anak yang tidak suka basket maupun sepak
bola?
5. Diketahui A dan B suatu himpunan. Jika n (A) = 45, n (B) = 48 dan
n (A U B) = 75, maka n (A ∩ B) = …
6. Tentukan besar sudut jika kedua sudut saling berkomplemen.
a. Sudut yang satu 2 kali sudut yang lain.
b. Sudut A : sudut B = 5 : 7.
c. Sudut A = 2x + 300 dan sudut B = 3x - 400
Labels: Kuis-Kuis

